Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Tahap Perkembangan Psikologi Anak

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 15 Juni 2013


 1. TRUST vs MISTRUST (dari sejak lahir-1 tahun) 
Sikap dasar psikososial yang dipelajari oleh bayi, bahwa mereka dapat mempercayai lingkungannya. Timbulnya trust (percaya) dibantu oleh adanya pengalaman yang terus-menerus, berkesinambungan, adanya pengalaman yang ada kesamaannya dengan ‘trust’ dalam pemenuhan kebutuhan dasar bayi oleh orang tuanya. Apabila anak terpenuhi kebutuhan dasarnya dan apabila orang tuanya memberikan kasih sayang dengan tulus, anak ajan berpendapat bahwa dunianya (lingkungannya) dapat dipercaya atau diandalkan. Sebaliknya apabila pengasuhan yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak memberikan/memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan, tidak konsisten atau sifatnya negatif, anak akan cemas dan mencurigai lingkungannya


2. AUTONOMY vs SHAME and DOUBT (antara 2-3 tahun)
Segera setelah anak belajar ‘trust’ atau ‘mistrust’ terhadap orang tuanya, anak akan mencapai suatu derajat kemandirian tertentu. Apabila ‘toddler’ (1,6-3 tahun) mendapat kesempatan dan memperoleh dorongan untuk melakukan yang diinginkan anak dan sesuai dengan tempo dan caranya sendiri, tetapi dengan supervisi orang tua dan guru yang bijaksana, maka anak akan mengembangkan kesadaran autonomy. Tetapi apabila orang tua dan guru tidak sabar dan terlalu banyak melarang anak yang berusia 2-3 tahun, maka akan menimbulkan sikap ragu-ragu terhadap lingkungannya. Sebaiknya orang tua menghindari sikap membuat malu anak apabila anak melakukan tingkah laku yang tidak disetujui orang tua. Karena rasa malu biasanya akan menimbulkan perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri


3. INISIATIVE vs GUILT (antara 4-5 tahun)
Kemampuan untuk melakukan partisipasi dala berbagai kegiatan fisik dan mampu mengambil inisiatif untuk suatu tindakan yang akan dilakukan. Tetapi tidak semua keinginan anak akan disetujui orang tua dan gurunya. Rasa percaya dan kebebasan yang baru saja diterimanya, tetapi kemudian timbul keinginan menarik rencananya/kemauannya, maka timbul perasaan bersalah.
Apabila anak usia 4-5 tahun diberi kebebasan untuk menjelajahi dan bereksperimen dalam lingkungannya, dan apabila orang tua dan guru memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan anak, maka anak cenderung akan lebih banyak mempunyai inisiatif dalam menghadapi masalah yang ada di sekitarnya. Sebaliknya apabila anak selalu dihalangi keinginannya, dan dianggap pertanyaan atau apa saja yang dilakukan tidak ada artinya, maka anak akan selalu merasa bersalah.



4. INDUSTRY vs INFERIORITY (6-11 tahun)
Dimensi polaritasnya adalah: memperoleh perasaan gairah dan di pihak lain mengatasi perasaan rendah diri. Dalam hubungan sosial yang lebih luas, anak menyadari kebutuhan untuk mendapat tempat dalam kelompok seumurnya. Anak harus berjuang untuk mencapai hal tersebut. Bila dalam kenyataannya ia masih dianggap sebagai anak yang lebih kecil baik di mata orang tua maupun gurunya, maka akan berkembang perasaan rendah diri. Anak yang berkembang sebagai anak yang rendah diri, tidak akan pernah menyukai belajar atau melakukan tugas-tugas yang bersifat intelektual. Yang lebih parah, anak tidak akan percaya bahwa ia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya.


------------------------------------------------------------------------------------
Description: Tahap Perkembangan Psikologi Anak Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Tahap Perkembangan Psikologi Anak
More about Tahap Perkembangan Psikologi Anak

Teladan Kisah Habibie Dan Ainun

Diposting oleh Unknown


     Sekali lagi Habibie menunjukkan kelasnya sebagai negarawan dan politisi sejati. Habibie malah tertawa ketika di katai mantan Menteri Penerangan Malaysia sebagai “The Dog of Imperialism”. Habibie memang seorang demokrat sejati sehingga merasa tidak perlu berkomentar terhadap orang yang menjelek-jelekkan namanya. “Anggap saja itu pujian” begitu kata Habibie.
     Habibie… Habibie… sepertinya tak akan ada habis-habisnya si jenius ini kita bicarakan. Seorang Ilmuwan asal Indonesia asli ternyata memiliki kisah cinta yang sangat menawan. Begitu riuh tagar #AinunHabibie ketika sang istri dipanggil oleh-Nya. Habibie hampir gila karena ditinggal kekasih sejatinya.

     Karena kisah cintanya yang sekelas “Layla Majnun” bahkan banyak yang menyandingkannya dengan kisah romantis sepanjang masa “Romeo and Juliet”. Kisah cinta Habibie & Ainun adalah kisah cinta suci yang di bangun karena kesadaran beragama masing-masing yang kokoh. Mereka saling bersatu karena ridha Ilahi. Dan hanya kematianlah yang memisahkan mereka berdua. Sungguh mengharu biru setiap kali mengingatnya.
     Sehingga MD pictures merasa harus mengabadikan kisah cinta Habibie dan Ainun dalam sebuah film layar lebar. Film ini diangkat dari Novel terlaris dengan judul yang sama. Sebuah kisah nyata yang amat sangat langka. Seorang genius yang kaku bisa memiliki kisah cinta yang luwes nan lembut. Kegeniusan Habibie tetap dapat ditaklukkan dengan cinta yang lembut dari seorang Ainun. Film ini langsung disutradarai oleh sineas bertangan dingin, Hanung Bramantyo.
     Sosok Habibie akan diperankan oleh aktor muda, Reza Rahardian. Sedangkan almarhumah Ainun akan diperankan oleh Bunga Citra Lestari. Film ini akan mulai tayang di bioskop kesayangan anda mulai tanggal 20 Desember 2012. Sedangkan premiere-nya akan berlangsung sehari sebelumnya dengan mengundang berbagai tamu undangan dan media.
     Film ini sepenuhnya di sponsori oleh Wardah.  Wardah merasa kisah cinta Habibie dan Ainun sejalan dengan konsep yang kini digalakannya tentang Earth, Love and Life dalam produknya.
Ketika Ainun Habibie wafat, keluarga dengan spontan menolak karangan bunga. Keluarga lebih senang jika karangan bunga tersebut dapat diganti dengan dana sumbangan untuk yayasan mata yang telah dibangun oleh Ainun semasa hidupnya.
     Inspirasi inilah yang di usung juga oleh Wardah. Wardah ingin menebarkan semangat melalui kegiatan stempel tanda kasih dengan bentuk bunga mawar merah. Setiap stempel sebanding dengan Rp. 10.000 yang seluruh dari pengumpulan stempel itu dananya akan langsung disalurkan pada Yayasan milik almarhumah Ainun Habibie melalui Wardah Foundation.
     Selain hadirnya Reza Rahardian dalam soft launching Habibie Ainun di FX Mall (9/12), Jakarta. Wardah juga mengundang brand ambassadornya yaitu Inneke Koesherawati. Sosok Inneke begitu melekat sekali dengan Wardah. Sosok wanita muslimah yang bisa menginspirasi siapa saja. Inneke dipilih karena sesuai dengan prinsip-prinsip Wardah yaitu Pure and safe, Beauty Expert dan inspiring beauty.

------------------------------------------------------------------------------------ Description: Teladan Kisah Habibie Dan Ainun Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Teladan Kisah Habibie Dan Ainun
More about Teladan Kisah Habibie Dan Ainun

Kriteria Memilih Pemimpin Ideal

Diposting oleh Unknown


     Kita hadirkan topik ini ditengah kegelisahan sebagian masyarakat Indonesia melihat carut matur kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua berharap kapankah kita memiliki seorang pemimpin ideal yang mampu memberi teladan dan meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

     Bagi seorang muslim, saat berbicara tentang pemimpin ideal seyogyanya merujuk pada sumber referensi yang mutlak kebenarannya, bukanlah merujuk  pada pikiran atau kepentingan golongan tertentu. Paradigma memilih pemimpin ideal haruslah konsisten, tidak berubah sesuai perubahan hawa nafsu, rezim, dan kepentingan politik.

    Kriteria pemimpin ideal baik sebagai pemimpin rumah tangga, jamaah, organisasi, partai ataupun negara, banyak diterangkan dalam ayat-ayat al-Quran, salah satunya ada dalam QS al-Anbiya 73;

     “Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-peminpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah”

     Ayat di atas berbicara mengenai pemimpin ideal di dunia menurut versi Alloh, sebagai sumber kebaikan dan bukan hawa nafsu. Keabsahannya tidak bisa dibantahkan kecuali bagi mereka orang yang mengingkarinyua (kafir), karena Alloh maha Benar atas firman-Nya.

     Merujuk ayat di atas, setidaknya ada lima kriteria sebagai pemipin ideal, yaitu sebagai berikut:


1. Memberikan Petunjuk Kepada Masyarakatnya dengan Perintah Kami.

     Pemimpin ideal selalu memberikan arahan kepada masyarakatnya berdasarkan petunjuk yang datang dari Alloh. Ia senantiasa mengajak seluruh manusia kepada Alloh. Ia akan berupaya secara maksimal membawa rakyatnya untuk taat beribadah kepada Alloh. Bukan sebaliknya, mengajak bergabung dengan partainya untuk melanggengkan kekuasaan, dan melawan musuh-musuh politiknya.

2. Selalu Memproduksi Kebaikan-Kebaikan.

     Pemimpin ideal selalu memproduksi kebaikan-kebaikan, termasuk dalam lingkup rumah tangganya. Ia mengajak istri dan anaknya untuk beribadah kepada Alloh bukan mengarahkan pada kemaksiatan. Begitu pula dalam lingkup lingkungan dimana ia tinggal, kebaikan-kebaikan selalu diprioritaskan dan mempersempit ruang gerak kemaksiatan dan kemusyrikan. Hukum ditegakkan meskipun menimpa keluarganya.

3. Mendirikan Sholat

     Berbahagialah jika memiliki pemimpin yang rajin mendirikan sholat 5 waktu. Karena sholat yang ‘ditegakkan’ sesuai firman Alloh, akan memberikan dampak yang luar biasa yakni mencegah perbuatan keji dan munkar. Pemimpin dengan kriteria ini, akan menularkan spirit penegakkan sholat 5 waktu kepada anggota masyarakatnya, sehingga secara otomatis akan mencegah merajalela-nya korupsi, fitnah, membunuh tanpa alasan jelas, dan perbuatan keji lainnya.

4. Membayar Zakat

     Alloh memerintahkan zakat dalam ayat ini dengan kata Iitaa-a. Penggunaan kata ini untuk menegaskan bahwa membayar zakat tidak sekedar mengeluarkan harta, namun harus dibarengi dengan daya dorong yang  kuat, sebagai bukti komitmen keimanan.

     Seorang pemimpin ideal akan berusaha menegakkan sistem zakat dengan baik dan amanah. Belajar dari sejarah umat Islam, jika sistem zakat (2.5% dari pendapatan) dikelola dengan baik dan jujur, maka akan mendatangkan keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakatnya. Karena ini adalah sistem Alloh bukan sistem sistem manusia.

5. Hanya Menjadi Hamba Allah

     Seorang pemimpin ideal akan mengkhususkan dirinya menjadi hamba Alloh, bukan budak hawa nafsu, kekuasaan, pengusaha hitam, negara asing, dan lain sebagainya. Keberanian dia sebagai hamba alloh, tidak bisa dipaksa atau diintervensi oleh pihak manapun.

     “Dikutip dari pengajian malam Ahad, 11 Juni 2011, Mesjid Darussalam Kota Wisata Cibubur, Narasumber : DR Ahzami Samiun Jazuli MA”


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Description: Kriteria Memilih Pemimpin Ideal Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Kriteria Memilih Pemimpin Ideal
More about Kriteria Memilih Pemimpin Ideal

Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Penerus Bangsa

Diposting oleh Unknown


      Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa dikatakan demikian?
     Pendidikan adalah suatu modal penting dalam hidup manusia apalagi genarasi bangsa, dengan pendidikan yang cukup, wawasan, pengetahuan yang luas akan mampu menyiapkan generasi muda yang berkualitas yang mampu membangun bangsa dan negara ini lebih baik.
     Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan  perlu ditingkatkan.
     Sebagaimana yang diungkapkan Daoed Joesoef tentang pentingnya pendidikan : “Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dan tentulah dari pernyataan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan.Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan tentunya akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa.
     Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan.Yang harus kita pikirkan sekarang, bagaimana caranya memberikan dan menerapkan pendidikan bagi generasi bangsa secara merata, tidak ada pembedaan suku, ras, agama, atau wilayah sehingga pendidikan tersebut mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
     Yang sekarang kita rasakan, pendidikan belum mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat sampai tingkat paling bawah, karena faktor ekonomi dan faktor penunjang pendidikan yang belum merata dirasakan baik oleh pelaksana pendidikan maupun oleh peserta pendidikan.
     Seperti contoh yang sering kita lihat, sekolah-sekolah yang berada dipusat kota sangat diperhatikan baik fasilitas gedungnya, sarana penunjang pendidikan dan penunjang keahlian siswa nya... tapi mari kita lihat sekolah yang berada dipelosok, mereka kesulitan mengeyam pendidikan karena gedungnya yang mau roboh, atau bahkan tidak sedikit siswa disekolah - sekolah tersebut yang belum pernah melihat komputer, menggunakan internet, menggunakan mikroskof dan lain - lain.
      Tapi kita harus tetap terus berjuang demi masa depan anak-anak bangsa, kita terus bangun pendidikan di Negara kita dengan cara apapun, kita akan sangat berdosa apabila kita masih melihat anak usia sekolah masih ada dijalan demi mencari sesuap nasi, masih ada anak yang sulit mencapat pengetahuan yang lebih luas..
Description: Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Penerus Bangsa Rating: 3.5 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Penerus Bangsa
More about Pentingnya Pendidikan Bagi Generasi Penerus Bangsa